PKS: Reshuffle Kabinet Tak Bisa Perbaiki Kinerja Pemerintahan Jokowi




Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pesimis jika langkah Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet untuk memperbaiki kinerjanya. Hal ini diungkapkan oleh Politisi PKS, M Nasir Djamil. Menurutnya, reshuffle kabinet hanya menambah dinamika politik semakin naik ketimbang memperbaiki kinerja Jokowi sendiri. 

"Saya kira reshuffle tidak akan menguntungkan. Tidak akan membuat Jokowi akan lebih baik. Justru kalau reshuffle itu akan terkesan bahwa ada tukar guling, ada politik dagang sapi yang sedang dilakukan oleh presiden untuk mengamankan posisinya di 2019," tutur Djamil kepada wartawan, Sabtu (7/10/2017).

"Makanya saya katakan kalau dia reshuffle itu merugikan dia. Apalagi kemudian ada partai yang menterinya diganti. Itu akan menimbulkan sakit hati, bahkan bisa-bisa partai itu di pilpres bersebrangan dengan presiden Jokowi," tuturnya.

Djamil menambahkan, jika terpaksa melakukan reshuffle sebaiknya Jokowi memasukkan orang yang kompeten dari kalangan profesional non partai. Pasalnya, tahun depan dipastikan para kader partai akan mempersiapkan diri untuk pilkada 2018 ataupun pemilu 2019. 

"Jika presiden mengganti orang, disarankan di luar parpol, sehingga di 2019 ini bisa fokus, tidak terpengaruh degan hiruk-pikuk politik yang ada. Karena pada tahun 2018-2019 menteri-menteri yang dari parpol akan sibuk mengurus pilkada dan pemilu," sarannya. 

Ketika disinggung apakah ada kemungkinan PKS akan mengisi barisan kabinet Jokowi, dia berharap agar PKS tetap tawakal menjadi oposisi. 

"Mudah-mudahan PKS tidak berhasrat masuk kabinet," tutupnya.

sumber: kriminalitas
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...