Panglima Gatot: TNI dan Islam Menjaga Kedaulatan itu Tidak Lepas




Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tak henti-hentinya meminta masyarakat Indonesia untuk cerdas memilih ulama atau tokoh agama yang menjadi panutan.

Sebab belakangan ini banyak sekali ulama palsu yang ingin memecah-belah rakyat lewat kedok agama. Mereka bahkan sampai berpenampilan layaknya ulama beneran.

"Mereka ini memakai ajaran agama untuk mempengaruhi orang lain dan berbuat tak baik," kata Gatot saat ditemui di PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Gatot, tipikal ulama seperti ini tak baik untuk bangsa dan negara. Dia mengingatkan kepada masyarakat agar tetap menjadi bangsa kesatria agar tidak mudah diadu domba.

"Kita jangan mudah dihasut," tuturnya didepan ratusan jemaah Muhammadiyah.

Oleh sebab itu, ulama dan kiai lah yang merupakan bagian utama dalam menjaga kesatuan dan persatuan republik Indonesia. Sehingga mereka bisa menjaga umatnya agar tidak terpecah belah.

Indonesia, lanjut Gatot, merupakan negara yang kaya raya sehingga menjadi rebutan negara lain untuk berkuasa. Apalagi Tanah Air kita sangat kaya, seperti punya tanah yang subur dan sumber minyak melimpah.

"Jadi kita diberi anugerah sepreti itu, tetapi anugerah itu bisa menjadi petaka," jelas dia.

Namun anugerah itu bisa menjadi petaka apabila Indonesia tidak bisa menjaga kedaulatan NKRI. Karena itu, TNI akan selalu menjaga kedaulatan dan persatuan Republik Indonesia bersama bangsa Indonesia dan umat Islam.

"TNI dan Islam menjaga kedaulatan itu tidak lepas," tutupnya.

sumber: kriminalitas
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...