Nasir Djamil: Dear Pak Presiden, Jangan Campakkan Panglima kalau Tidak Mau 'Kiamat'




Presiden Jokowi Widodo diminta 'menjaga' betul Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Jika dia sampai 'berpaling' dari pemerintahan, bukan tidak mungkin akan menjadi kiamat bagi Jokowi.

"Walau pendapatnya tidak sepenuhnya mewakili institusi TNI, tetapi pendapat Panglima berdasarkan masukan staf-stafnya. Jadi tidak pada tempatnya kalau Presiden Jokowi memberhentikan panglima sebelum waktunya. Itu bisa jadi kiamat bagi Presiden," kata Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil saat diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/10).

Nasir juga berpendapat, baik pernyataan dan sikap Gatot bukan merupakan hal yang asing jika dilakukan. Sebab, sebagai warga negara, prajurit serta Panglima TNI, harus bisa merespons fenomena negeri ini.

"Jadi, tidak cukup Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) yang bicara," tutur Nasir.

Sementara itu, pengamat komunikasi poltik Hendri Satrio menilai Gatot bisa menjadi sosok yang tepat untuk mendampingi Jokowi. Pasalnya, selama ini jenderal berbintang empat itu dikenal dekat dengan umat Islam, sementara Jokowi kerap dicitrakan anti elompok Islam.

"Sehingga, jika berpasangan dengan Gatot, keduanya bisa saling melengkapi. Kalau jalan sendiri-sendiri, tentu akan bermasalah bagi perolehan suara Jokowi,'' tutup Hendri.

sumber: kriminalitas
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...