Kontras: Pancasila di Era Jokowi Masih Tebang Pilih




Hari Kesaktian Pancasila turut dimaknai oleh sejumlah aktifis Hak Asasi Manusia (HAM). Salah satunya dari Komisi untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan (Kontras).

Wakil Koordinator Bidang Strategi dan Mobilisasi Kontras, Puri Kencana Putri justru mempertanyakan Kesaktian Pancasila itu sendiri.

"Yang patut dipahami oleh seluruh warga negara Indonesia adalah Pancasila hari ini, apakah mampu melindungi hak-hak warga negara?" ujarnya saat dihubungi Kricom.id, Minggu,(1/10/2017).

Bukan tanpa alasan, pertanyaannya tersebut merujuk pada praktik diskriminasi hak warga yang dinilainya masih ada hingga sekarang. Puri menilai bahwa penegakan hak warga di era kepemimpinan Joko Widodo cenderung tebang pilih.

"Hak asasi dipahami tebang pilih. Pak Presiden hanya mau memilih hak asasi yang tidak berbahaya dalam artí memberikan turbulensi dan ongkos politik. Seperti perlindungan anak, perempuan, dan hak-hak ekonomi," kritiknya.

Sebagai presiden, lanjutnya, Jokowi harusnya berkewajiban menjaga Pancasila agar tidak dipakai untuk melegalkan praktik diskriminasi.

"Presiden Joko Widodo dalam hal ini berkewajiban untuk memastikan bahwa Pancasila tidak dipakai untuk mendiskriminasikan warga negara satu pun. Pancasila juga harus bisa dipakai untuk menegakkan hukum, semangat demokrasi, dan keadilan HAM," pungkasnya.

sumber: kriminalitas
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...