Kaum Liberal Jadi Penghambat Pemberantasan LGBT di Indonesia, "Anehnya Mereka Mengaku Pancasilais"




Ketua Gerakan Indonesia Beradab (GIB), Bagus Riyono mengungkap cara untuk memberikan efek jera bagi pelaku Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT). Salah satunya dengan langkah hukum.

“Saya kira hukum salah satu cara. Cara yang lain dengan penyadaran masyarakat dan pendidikan, dan penguatan komunitas masyarakat yang menjujung norma Pancasila,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Ahad (08/10).

Akan tetapi, upaya hukum untuk menghambat wabah LGBT rupanya tak bisa dilakukan begitu saja. Bagus menuturkan, tantangan justru datang dari liberasasi yang marak melanda Indonesia saat ini. Di mana, orang-orang liberal terus menyuarakan kebebasan. Namun anehnya, sambung Bagus, mereka juga mengaku pancasilais.

“Padahalkan jelas, kita ada Ketuhanan Yang Maha Esa, ada Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Harusnya juga menuju ke kemuliaan. Mereka kan bicaranya kebebasan saja,” ungkapnya.

Kaum liberal selalu mengkaitkan ‘kebebasan’ yang mereka maksud dengan hak asasi manusia. Sementara Bagus menuturkan, tujuan untuk mencapai kebebasan itu kerap kali justru tidak mencapai moralitas sebagai manusia.

“Hak asasi itu intinya bukan pada kebebasan. Tapi lebih pada kemuliaan manusia. Jadi kemuliaan manusia itu punya konsekuensi dan jangan mengikuti hawa nafsu saja,” tukasnya.

sumber: kiblat

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...