Kadin Nilai BUMN Rakus, Said Didu Beberkan Fakta Sebaliknya



Anggapan itu rupanya dibantah oleh Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005-2010, Said Didu. Menurutnya, BUMN hanya mengerjakan sebagian kecil proyek pemerintah, kemudian sisahnya justru diambil oleh swasta.

"BUMN sangat dominan? Mohon maaf yang menguasai lahan 80 persen siapa? yang menguasai tambang siapa? Kan swasta. BUMN menguasai tambang hanya 5 persen," kata Said Didu dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (7/10).

Bahkan, Didu malah menduga ada perusahaan swasta yang melakukan monopoli lahan sawit di beberapa wilayah.

"Ada satu orang konglomerat itu memiliki luas kebun setara dengan kebun sawit milik PTPN. Pernahkah Kadin bilang mereka mendominasi? Kan tidak," terangnya.

Selain itu, kata Didu, di sektor real estate hampir 80 persen proyek dalam negeri dikuasai swasta. Atas dasar itu, dia mengaku heran mengapa swasta masih menuding BUMN 'rakus'.

"Kita semua tahu 80 persen real estate di negeri ini tidak lebih dikuasai tiga orang. Dan itu bukan BUMN, itu pihak Swasta ya. Kenapa malah BUMN yang dibilang mendominasi," tuturnya.

Di sisi lain, swasta juga dianggap ingin menjadi pemain utama dalam beberapa proyek infrastruktur. Pasalnya, selama ini mereka hanya dilibatkan sebagai mitra maupun sub kontraktor.

sumber: jawapos

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...