Jonru Ajukan Penangguhan Penahanan, Polisi: Tidak Masalah




Tim kuasa hukum pegiat media sosial, Jonru Ginting sedang menyiapkan penangguhan penahanan usai kliennya ditetapkan sebagai tersangka penyebar ujaran kebencian dan ditahan di Polda Metro Jaya sejak Jumat (29/9/2017). Polda Metro Jaya menilai pengajuan penangguhan penahanan adalah hak setiap tersangka.

"Bahwa dia ditahan di Polda Metro Jaya. Itu hak mereka (penangguhan penahanan). Silakan saja. misalkan itu dirasa memang dia ingin mengajukan (penangguhan penahanan), hak diatur di undang-undang, tidak ada masalah," ujar Argo saat dikonfirmasi, Senin (2/10/2017).

Terlebih, ujar Argo, hukuman yang akan diterima Jonru, yaitu Pasal 28 Ayat 2 tentang UU ITE, hukumannya di atas lima tahun penjara.

"Sesuai Undang-undang kan boleh ngajuin penangguhan, karena ancamannya di atas 5 tahun," lanjutnya.

Namun, meskipun polisi tidak akan mempermasalahkannya, dia tidak akan serta merta mengabulkan permohonan Jonru dan timnya. Sebab, lanjutnya, penahanan Jonru merupakan subjektivitas dari penyidik.

"Ya, tetap kita lihat. Penyidik nanti akan menilai apakah penangguhan itu bisa dikabulkan atau tidak," pungkasnya.

Jonru ditahan polisi Jakarta sejak Sabtu pekan lalu. Jonru dilaporkan oleh Muannas Al Aidid lantaran diduga menyebarkan ujaran kebencian.

Menurut Aidid, unggahan Jonru di media sosialnya berpotensi memecah belah bangsa.

sumber: kriminalitas
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...