Jokowi: Penurunan Daya Beli Cuma Isu Jelang Pemilu 2019



Penurunan daya beli masyarakat hanya sebatas isu yang dihembuskan aktor-aktor politik demi kepentingan 2019.

Begitu tegas Presiden Joko Widodo saat menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Tahun 2017, di Ballroom, Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/10) malam.

Secara blak-blakan, Jokowi menyebut bahwa isu penurunan daya sengaja dirancang oleh aktor politik mengingat Pemilu 2019 tinggal satu tahun lagi. 

"Orang politik memang tugasnya seperti itu kok. Membuat isu-isu untuk 2019. Ya udah kita blak-blakan saja, wong 2019 tinggal setahun," ujarnya. 

Namun demikian, Jokowi menilai bahwa penyebaran isu itu tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Menurutnya, yang terjadi saat ini hanya sebatas pergeseran pembeli dari luring ke daring. Ini bisa dilihat dari peningkatan jasa kurir yang naik hingga 130 persen di bulan September. 

"DHL cek, JNE cek, Kantor Pos cek, saya kan juga orang lapangan, jangan ada yang bantah," tegasnya. 

Tidak hanya itu, Jokowi juga memberi indikasi lainnya, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang naik 12,14 persen. Menurutnya, peningkatan itu menunjukkan adanya aktivitas ekonomi. 

"Naik 12 persen. Baru pagi tadi angka ini saya terima, 12,14 persen," sambungnya.  

Selain itu, pertumbuhan penerimaan pajak industri naik 16,63 persen dibanding tahun lalu, perdagangan naik 18,7 persen, pertambangan dan ekspor juga naiknya 30,1 persen.

"Terserah percaya atau tidak, tapi angka ini saya peroleh. Kalau masih ada yang ngotot, ya silakan maju, kita bicara," kata Presiden Jokowi. 

sumber: rmol
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...