Faktor Usia, TPM Minta Ustadz ABB Dijadikan Tahanan Kota



Ustadz Abu Bakar Baasyir dijatuhi hukuman penjara 15 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2011 silam. Dakwaan yang dituduhkan kepadanya atas permufakatan jahat, merencanakan, menggerakkan, hingga memberikan atau meminjamkan dana untuk kegiatan pelatihan di Aceh Besar.

Salah satu pengacara yang tergabung dalam Tim Pembela Muslim, Farid Ghozali yang baru saja bertemu ABB pada Kamis (05/10/2017) berkeyakinan bahwa ABB adalah napi tertua di Indonesia. Terbilang sejak Agustus lalu, umurnya menginjak 79 tahun.

Melihat faktor umur dan kesehatan ABB, kata Farid, tentunya penanganan dan pelayanannya tidak bisa disamakan dengan narapidana lainnya.

“Jadi ada faktor orang tua itu seperti apa, kalau tua seperti apa. Pelayanannya seperti apa. Kemudian beliau banyak yang harus dibantu, bahkan berdiri, duduk aja sangat susah. Apalagi untuk tidur aja beliau susah,” ungkap Farid saat dihubungi Kiblat.net, Jum’at (06/10/2017).

Karena faktor usia, TPM meminta kepada pihak berwenang untuk memindahkan Ustadz ABB ke tahanan yang lebih dekat dengan keluarganya yaitu di Solo, Jawa Tengah.

“Kita minta karena faktor umur supaya beliau dipindahkan dekat dengan keluarganya. Atau lapas atau rutan yang ada di Solo, atau syukur-syukur beliau tahanan kota,” ungkapnya.

“Maksudnya berada di luar lapas beliau di sebuah rumah yang dijaga ketat. Kemudian keluarganya 24 jam boleh bersama istri atau anaknya itu faktor umur,” lanjutnya.

Farid juga mengungkapkan kondisi Ustadz ABB ketika ditemui di Lapas Gunung Sindur, Bogor. “Waktu saya datang, kakinya beliau itu sangat bengkak sekali bahkan saya lihat lebih bengkak dari cek up sebelumnya (Agustus, red). Inilah yang sebenarnya haru segera diberi tindak lanjut,” ungkapnya.

Jika sakit yang diderita ABB ini semakin berlarut-larut, kata dia, bisa berakibat fatal. Ia pun mengungkapkan jika terjadi hal yang tidak diharapkan, maka siapa yang mau bertanggung jawab.

“Berarti mereka yang bertanggung jawab adalah yang menahan beliau itu. Jadi ada upaya yang pertama upaya belau segera di perhatikan medis maupun tindakan kontrol ke rumah sakit. Pengobatan lebih lanjut sampai hari ini tidak ada perkembangan yang signifikan,” ungkapnya.

Terakhir, ia minta agar masa tahanan ABB dikurangi. Jika menghitung sejak ditahan pada 2011 lalu, maka masa tahanan baru habis pada 2026.

“Semoga ada keringanan dan penghapusan masa tahanan, karena gak bisa dibayangkan jika baru bebas pada 2026,” tukasnya.

sumber: kiblat

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...