Fadli Zon: Jokowi Takut Sama Panglima TNI, Buktinya Dia Enggan Tanggapi Permasalahan di TNI




Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta tidak berpuas diri meski beberapa lembaga survei menempatkannya di posisi pertama sebagai calon Presiden terkuat dalam Pilpres 2019 mendatang.

Toh elektabilitas yang dimiliki Jokowi masih berada di bawah 50 persen dan tak jauh beda dari rivalnya, Prabowo Subianto. Padahal sebagai incumbent, dia seharusnya mempunyai hasil lebih dari itu.

"Dibanding misalnya dengan incumbent di negara-negara lain, seperti Vladimir Putin atau Duterte, itu jauh sekali," kata Wakil Ketua DPR, Fadli Zon kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (7/10/2017).

Dengan angka sekecil itu, Politikus Partai Gerindra ini menilai kalau rakyat tidak puas dan meminta pemimpin baru.

"Jadi kalau di antara dua besar itu hanya Pak Jokowi dan Pak Prabowo, saya rasa harapan Pak Prabowo sebagai capres sangat besar. Kami di Gerindra sangat optimis mendukung beliau," ujarnya dengan nada bangga.

Lagipula, Jokowi seperti tidak memiliki wibawa saat menjadi presiden. Buktinya dia enggan angkat bicara menanggapi sejumlah permasalahan di TNI. Alhasil polemik ini terus berkepanjangan.

"Kita tak pernah mengalami polemik semacam ini. Seperti HUT TNI kemarin, Presiden kasih tanggapan soal politik sementara Gatot menanggapi. Bukti bahwa Presiden enggak berani sama Panglima," katanya seraya disambut tawa.

Yang jelas, lanjut Fadli, tuduhan politik Panglima selama ini tak memicu konflik sama sekali oleh Presiden.

"Hal ini memngindikasikan Presiden seperti membiarkan saja," tutup Fadli.

sumber: kriminalitas
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...