Duh! Ternyata Mata Najwa Pernah Turut Mengangkat Ilmuwan "Palsu" Dwi Hartanto



Kebohongan dan kepalsuan Dwi Hartanto yang sebelumnya disebut-sebut sebagai "The Next Habibie", akhirnya terbongkar.

Mata Najwa Metro TV dalam satu tayangan spesialnya pernah mengangkat profil Dwi Hartanto sebagai seorang ilmuwan muda Indonesia dengan segudang prestasi dunia di bidang antariksa. Saat di Mata Najwa tsb Dwi Hartanto disebut menjabat sebagai Assistant Professor di Delft University of Technology Belanda (Technische Universiteit Delft).

KENYATAANNYA... semua itu kepalsuan dan kebohongan.

Diantara kepalsuan dan kebohongan yang terbongkar:

(1) Dwi Hartanto ngakunya lulusan S1 Tokyo University, aslinya lulusan Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta.

(2) Dwi Hartanto bukan Assistant Professor di Delft University of Technology Belanda, tetapi saat ini hanya mahasiswa yang sedang menempuh S3 di Delft University of Technology Belanda.

(3) Kebohongan Dwi lainnya adalah saat ia mengaku sebagai pemenang lomba riset teknologi antar lembaga penerbangan dan antariksa dari seluruh dunia di Cologne, Jerman, tahun 2017 ini. Ia berhasil mengalahkan para peneliti dari NASA (Amerika), ESA (Eropa), dan JAXA (Jepang) dan beberapa lembaga lainnya.

Dwi menuturkan bahwa dirinya juara dalam bidang riset Spacecraft Technology. Ia membuat riset berjudul “Lethal Weapon in the Sky”. Dari riset ini ia juga membuat paten bersama timnya.

Kenyataannya, Dwi tak pernah mengikuti lomba tersebut. Dwi justru memanipulasi template cek hadiah, menuliskan namanya, membubuhkan nominal hadiah sebesar 15.000 euro. Lalu, ia berfoto dengan cek tersebut dan mengunggahnya ke media sosial.

Foto itu sebetulnya diambil di gedung Space Businees Inovation Center di Noordjijk, Belanda, saat Dwi mengikuti hackathon Space Apps Challenge. Dalam lomba itu, Dwi dan timnya juga tidak berhasil naik podium.

(4) Dwi ngaku pernah bertemu secara khusus dengan Habibie di salah satu restoran di Den Haag pada awal Desember 2016. Pertemuan itu justru tidak pernah terjadi. Dwi memang pernah meminta kepada Kedutaan Besar RI di Den Haag untuk bertemu dengan Habibie.

(5) Dwi ngaku program master (S2) di Delft University of Technology dibiayai oleh pemerintah Belanda. Padahal kuliah S2 tsb dibiayai oleh beasiswa yang dikeluarkan oleh Depkominfo.

(6) Dwi ngaku Belanda menawarkan untuk mengganti kewarganegaraan. Itu semua ternyata kebohongan.

(7) Dwi memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kebohongannya. Melalui Facebook, ia mengungagah persiapan dan peluncuran satelit TARAV7s yang tak pernah ada. Postingan sejak 9 Juni 2015 sebetulnya adalah persiapan roket DARE Cansat V7 yang menjadi kegiatan ekstrakulikuler mahasiswa.

(8) Pada 3 Februari 2017, Dwi mengabarkan tengah mengerjakan proyek satelit pesanan Airbus (AirSat-ABX). 24 Februari 2017 ia kembali mengunggah telah diwawancara oleh TV Nasional Belanda NOS terkait Spacecraft technology. Lalu, 15 Juni 2017 ia memposting id card sebagai Direktur Teknik ESA. Ternyata itu semua bohong.

(9) KBRI Deen Haag akhirnya mencabut penghargaan yang pernah diberikan kepada Dwi Hartanto, setelah kebohongannya terbongkar. Pencabutan ini dipublish di laman resmi KBRI Den Haag pada 5 Oktober 2017 lalu.

Saat ini, pihak Delft University of Technology tengah melakukan sidang kode etik terhadap Dwi Hartanto sejak 25 September 2017.

Dwi sebenarnya pernah diperingatkan oleh teman-temannya sesama mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Delft University of Technology Belanda namun tak diindahkan.

Berikut video Mata Najwa MetroTV spesial sosok Dwi Hartanto, yang ternyata Ilmuwan "palsu":



REF:

Dwi Hartanto, "The Next Habibie", Akhiri Kebohongan Besarnya
http://sains.kompas.com/read/2017/10/08/192114423/dwi-hartanto-the-next-habibie-akhiri-kebohongan-besarnya

Skandal Dwi Hartanto, Ilmuwan Indonesia yang Ternyata Pembohong
http://global.liputan6.com/read/3121534/skandal-dwi-hartanto-ilmuwan-indonesia-yang-ternyata-pembohong

Kebohongan Dwi Hartanto 'The Next Habibie' Terbongkar
http://www.viva.co.id/digital/964516-kebohongan-dwi-hartanto-the-next-habibie-terbongkar

[pii]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...