Ditangkap saat Simpan Puluhan Gram Sabu, Oknum Polisi Satlantas Jadi Bandar?




Kepolisian saat ini masih mendalami kasus oknum aparat kepolisian, Bripka EDN yang mengonsumsi sabu di daerah Gandaria, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengungkapkan, pendalaman terhadap Bripka EDN untuk menggali kemungkinan adanya anggota lain yang mengonsumsi atau bahkan menjadi pengedar barang haram tersebut.

"Ya masih diperiksa toh. Kemungkinan sebagai pengedar masih kami dalami. Ini kan belum selesai penyidikannya," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Minggu (1/10/2017).

Menurutnya, saat ini barang bukti seberat 40 gram sabu yang didapat dari kos-kosan tersangka sudah diserahkan kepada Reserse Narkoba untuk segera ditangani oleh Kejaksaan.

"Pokoknya kalau kata Pak Kapolda kan harus ditindak meskipun status pelaku sebagai anggota," tegasnya.

Argo pun meminta agar seluruh anggota Polri tidak bermain-main dengan barang haram seperti sabu dan jenis lainnya. Sebab, selain bisa dipenjara, anggota kepolisian bakal dipastikan hengkang dari satuan kepolisian.

"Ya jelas bisa (dipecat), kalau anggota yang dua itu kan direhab, ya," tutupnya.

Sebelumnya, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap oknum polisi berinisial Aipda DK yang berdinas di SPKT Polsek Pulo Gadung dan Briptu CN yang berdinas Shabara Polsek Duren Sawit pada Kamis (28/9/2017) malam.

Dari hasil pengembangan keduanya, polisi menemukan oknum lain yaitu Bripka EDN yang bertugas di Satuan Lantas Jakarta Selatan. Polisi akhirnya menemukan barang bukti sabu seberat 33 gram dan sabu seberat 40 gram serta timbangan di kosan pelaku.

Lewat hasil gelar perkara, Aipda DK dan Briptu CN dibuatkan surat penyerahan kepada Ankum masing-masing untuk dilakukan pembinaan. Sementara terhadap Bripka EDN dinaikkan status ke penyidikan karena memenuhi unsur-unsur tindak pidana narkotika.

sumber: kriminalitas
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...