BNPT Sebut Ada Pesantren Ajarkan Radikalisme, Menag: Tidak Benar



Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan data mengenai pesantren radikal di Indonesia. Terdapat lebih dari sepuluh pesantren di Indonesia yang terindikasi menyebarkan paham radikal.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin membantah hal tersebut. Menurutnya, tidak mungkin ada pesantren yang mengajarkan paham radikal kepada santrinya.

"Saya ingin menegaskan, bahwa tidak benar dalam kacamata Kementerian Agama kalau ada yang mengatakan pesantren itu mengajarkan hal-hal, ajaran-ajaran radikal, ekstrem. Jadi kalau ada lembaga seperti itu, lembaga pendidikan, keagamaan, Islam katakanlah mengajarkan hal yang radikal, ekstrem, pasti bukan pesantren," kata Lukman di Kantor Wakil Presiden, Kamis (5/10).

"Pesantren, Madrasah, dan seterusnya tidak mungkin mengajarkan hal yang sifatnya ekstrem. Itu hanya sekedar paguyuban," tambahnya.

Lukman mengatakan pesantren berperan untuk mengajarkan mengenai ajaran Islam yang baik. Mustahil jika pesantren menyebarkan kebencian bahkan radikalisme.

"Pesantren itu adalah lembaga pendidikan yang memiliki tidak hanya sejarah panjang di Indonesia tapi juga kontribusi yang luar biasa dalam menebarkan Islam yang moderat, Islam rahmatan lil alamin. Jadi tidak mungkin kalau ada pesantren mengajarkan ajaran-ajaran radikal, yang ekstrem. Kalau ada yang mengajarkan seperti itu pasti bukan pesantren. Karena pesantren tidak mungkin melakukan hal seperti itu," jelas Lukman.

sumber: jitunews


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...