SBY: Yang Kaya Semakin Kaya, Yang Miskin Semakin Miskin



Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan lima hal pokok kepada seluruh kader partainya dan lima masalah pokok yang perlu diselesaikan dan diperhatikan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan SBY saat memberikan pidato dalam perayaan hari jadi partai ke-16 dan acara syukuran hari ulang tahunnya yang ke-68 di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (9/9).

SBY berpesan agar kader para Demokrat di legislatif dan eksekutif terus aktif mendukung, namun tetap kritis sesuai dengan karakter Demokrat. 

"Kita semua harus bisa turun langsung, membantu masyarakat dan negara agar terus lebih baik," tegas Presiden RI ke-5 itu.

Hal pertama yang perlu diprioritaskan papar SBY, yaitu minimnya lowongan pekerjaan di Indonesia. Hal itu menurut dia, sangat berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat yang berpengaruh pada daya beli.

Selanjutnya, SBY juga mengingatkan agar kader dapat berjuang untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang dinilai masih sangat rendah. Karenanya, untuk dapat menuntaskan itu, SBY mendorong seluruh kader dapat mendengar keluhan masyarakat.

SBY juga menegaskan, perlu ada upaya serius dalam memberantas korupsi di Indonesia. Dia juga menyatakan, dukungannya untuk memperkuat KPK.

"Pemberantasan korupsi selalu ada hambatan di sana sini. Kita harus terus aktif mendukung dan secara tegas melawan korupsi," tegas SBY.

Lebih lanjut, SBY juga mendorong seluruh kader untuk fokus pada kesetaraan. Sebab, menurut dia, saat ini kesengjangan di masyarakat masih sangat tinggi. 

"Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Saya akui solusi untuk masalah itu tidak mudah, tapi pasti ada jalan keluar," jelas SBY.

SBY menekankan, Demokrat ingin pula pembangunan bangsa berlangsung secara adil dan menyejahterakan kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Hal ini adalah amanah reformasi.

"Kita ingin rakyat kita makmur bersama, bukan makmur sendiri-sendiri. Indonesia haruslah untuk semua, jangan yang menikmati mereka yang kuat, yang berkuasa, dan yang beruntung semata," kata SBY.

Terakhir, SBY mengkritisi jalannya penegakan hukum di Indonesia yang dinilai masih banyak diwarnai ketidakadilan. Karenanya, dia mengingatkan pada seluruh kader untuk dapat memperjuangkan keadilan dan penegakan hukum di Indonesia. SBY pun berharap, masalah-masalah tersebut dapat ditangani secara serius oleh pemerintah.

sumber: rmol
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==