Pak Panglima, Warna Bajumu Kesukaan Rasulullah



Pak Panglima, akhir-akhir ini kami melihat tugasmu begitu berat bahkan melebihi batas kemampuan orang-orang sepertimu. Dari kejauhan kami sudah sering mendengar, bahkan berulang-ulang engkau sampaikan dari satu seminar ke seminar lainnya, dari satu tabligh ke tabligh lainnya bahwa kemerdekaan negara Indonesia ini diperjuangkan oleh para ulama bahkan engkau dengan tegas mengatakan TNI hadir juga berkat peran ulama.

Engkau berbeda dengan Jenderal lainnya, yang sewaktu menjabat pasti akan memilih mencari aman daripada harus bersebrangan dengan penguasa. Namun kami melihat engkau bukan bersebrangan tapi engkau punya prinsip yang teguh dan kokoh karena satu keyakinan dalam dirimu bahwa suatu saat sejarah akan berulang entah itu manis atau pahit. Dalam kondisi demikian, engkau tampil di depan sambil berteriak lantang dengan mengatakan "jangan lupakan sejarah..., jangan lupakan sejarah".

Pak Panglima, tahukah engkau bahwa warna baju yang menjadi kebanggaanmu adalah warna kesukaan Rasulullah SAW. Itu artinya, tidak akan mungkin engkau menggunakan baju itu untuk melukai masyarakat maupun rakyat Indonesia. Dalam beberapa keterangan dari Al-Qur’an dan Hadits, bahwa memang Allah mengistimewakan warna hijau, di antaranya:

"Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya." (QS. Ar-Rahmann : 64)

"Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah." (QS. Al-Kahfi : 31)

Nabi Muhammad SAW pun menyukai warna hijau. Annas bin Malik mengatakan, "Warna yang paling disukai oleh Rasulullah saw adalah hijau." Selain warna hijau, Rasulullah juga suka dengan warna putih, warna abu-abu, dan corak lainnya namun hijau adalah warna yang paling disukai Rasulullah.

Pak Panglima, warna hijau adalah warna yang langsung mengasosiasikan kita akan pemandangan alam, pada hijaunya pepohonan yang teduh, hijaunya rumput, hamparan sawah. Warna hijau memberikan kesegaran bagi penglihatan. Keunikan warna hijau tersebut disebabkan karena medan mata untuk memandang warna hijau lebih kecil daripada medan pandang warna-warna lainnya. Panjang gelombang warna hijau sedang, tidak sepanjang warna merah dan tidak sependek warna biru atau ungu.

Secara psikologi dan kesehatan, warna hijau menyejukkan saraf, menyegarkan mata dan memberikan efek ketenangan dan kesembuhan. Radiasi hijau memperbaiki semangat tubuh dan jiwa secara cepat dan mengembalikan ritme halus untuk mencapai keseimbangan harmonis tubuh.

Pak Panglima, dalam hingar bingar dan hiruk pikuk kondisi negara yang entah kemana akan berlabuh, selain bermunajat pada Allah SWT dan melakukan kerja-kerja kecil tentu kami juga berpesan kepadamu, jadikan warna hijau pada seragam dinasmu menjadi warna yang membawa ketenangan, kedamaian dan kesejukan pada negeri yang bernama Indonesia.

M. Abrar Parinduri
Dosen PTIS Jakarta

[rmol]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...