Nah Loh! PDIP Kecam Bertambah dan Tidak Efektifnya Pengelolaan Utang Pemerintah



Utang yang ditumpuk pemerintah Indonesia sampai saat ini terus bertambah cepat. Bahkan pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) telah menambah utang sebanyak Rp1.000 triliun lebih. Hal ini yang disayangkan pihak DPR. Karena utang yang sudah membebani itu masih ada yang tidak produktif.
Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno mengecam sikap pemerintah yang terus berutang. Padahal masih ada dana utang itu tak digunakan secara produktif.
“Bagaimana bisa dikatakan pengelolaan utang dengan baik dan secara produktif, sementara masih ada alokasi utang yang belum dimanfaatkan. Ini jelas tidak produktif,” kecam dia di Gedung DPR/MPR, Senin (4/9).
Sikap rakus pemerintah yang doyan utang ini harus dihentikan. Karena akan menimbulkan kerugian bagi negara. Karena utang-utang yang katanya mau untuk infrastruktur, ternyata tak semua dikucurkan sebagai pembiayaan proyek infrastruktur. Hal ini yang dampak positifnya tak dirasakan oleh masyarakat.
“Tentu pemerintah terus dibebani dengan bunga utang, namun utangnya tak dimanfaatkan dengan baik sehingga kurang berdampak bagi pembangunan dalam negeri. Karena utangnya banyak yang standby tapi belum digunakan. Jadi sayang ada missmatch di waktu pemanfaatannya? jika dibenahi akan lebih baik. Bagaimana caranya?” cecar dia.
Sementara saat ini, rakyat Indonesia sampai anak kecil saja sudah terbebani utang. Terlebih dengan banyaknya utang itu membuat pemerintah kian terbebani untuk bayar bunga dan pokok utang.
“Gimana cara bayar utangnya? Berapa lama kita pinjam? Kapan dilunasinya? Sementara dana itu tak semua semua digunakan secara produktif dan tidak terencana,” jelas dia.
Ketua Komisi XI DPR, Melchias Marcus Mekeng menambahkan, pemerintah harus hati-hati jangan asal ambil dana untuk bayar utang dari pajak. Karena ini akan sangat sensitif.
“Jika utang dibayar APBN kan basically dari pajak ya. Ini sensitif. Jelas akan mengganggu penerimaan. Ya supaya masyarkaat nyaman, utang memang perlu tapi kita harus punya kemampuan (bayar),” kata dia.
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...