Kejagung akan Usut Kasus Walet Novel Baswedan, LBH: Kasusnya Sudah Kedaluwarsa



Direktur Eksekutif LBH Jakarta, Alghifari Aqsa heran dengan ucapan Jaksa Agung M. Prasetyo yang mau membuka kembali kasus penganiayaan terhadap pencuri sarang burung walet oleh sejumlah personel Sat Reskrim Polres Bengkulu yang pada tahun 2004 dipimpin oleh Novel Baswedan.

Pasalnya menurut Alghifari, kasus Novel sudah kedaluwarsa. Bahkan keputusan penghentian kasus telah keluar dari Jaksa Agung pada 18 Februari 2016.

“Kasus Novel sudah kedaluwarsa. Ini juga sesuai dengan KUHP Pasal 78 ayat 3, di mana pidana yang ancamannya 3 tahun, maka kedaluwarsanya 12 tahun,” kata Alghifari ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Adapun keputusan Kejagung untuk membuka kembali kasus sarang burung walet tersebut akibat desakan dari Komisi III DPR, meskipun tidak semua anggota komisi memiliki hak untuk mendesak.

“Satu anggota dewan tidak punya hak untuk mendesak lagi kasus Novel lagi yang lama, yaitu tahun 2004,” ujar dia.

Alghifari juga menuding Kejagung tidak konsisten dengan ucapannya. Pasalnya seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kasus tersebut sudah dihentikan pada tahun 2016. “Ada apa dengan Jaksa Agung? Dia tidak konsisten, diragukan integritasnya,” lanjut dia.

Alghifari menduga, apa yang diucap Prasetyo karena terdesak skema pelemagan KPK. Dia juga terdesak dengan tindakan-tindakan penyerangan yang dilakukan beberapa pihak terhadap Novel.

“Jangan-jangan juga dia terjebak dengan skema pansus yang melemahkan KPK,” tandasnya.

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...