Jika Setnov Ditahan, Manuver Politik di Senayan Dipastikan Lenyap



Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini sedianya akan memeriksa tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto. Namun, hal tersebut urung terlaksana lantaran Ketua DPR tersebut sakit.
Padahal, beberapa kalangan, termasuk Ketua Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Salestinus menilai, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi KPK untuk segera menahan Setnov.
Menurut Petrus, desakan penahanan ini tidak dapat dilepaskan dari temuan KPK dalam kasus korupsi e-KTP bahwa beberapa oknum dari Partai Demokrat, Partai Golkar dan PDIP mendapat jatah uang hasil korupsi e-KTP yang saat ini sedang dalam penyidikan dan penuntutan KPK.
“Karena hanya dengan menahan Setya Novanto sebagai tersangka, maka manuver-manuver politik dari Senayan yang mengintimidasi KPK akan berhenti dengan sendirinya,” kata Petrus dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (11/9/2017).
Untuk itu, ia meminta KPK tidak boleh berhenti hanya pada menyelesaikan perkara Irman, Sugiharto, dan Andi Narogong, tapi juga harus memulai menyelidiki kebenaran aliran dana hasil korupsi e-KTP ke Partai Golkar, Demokrat dan PDIP.
“Karena UU Partai Politik sendiri memberi sanksi administratif dan sanksi pidana bagi partai politik yang menerima dan membiayai aktivitas partainya dari uang hasil korupsi proyek e-KTP,” kata Petrus.
Dia melanjutkan, saat ini ada fenomena menarik yang perlu diwaspadai, yakni dalam waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan, ada praperadilan Setya Novanto, ancaman pembekuan kegiatan KPK dari Henrry Yosodiningrat dan usul pembubaran KPK dari Fahri Hamzah
“Upaya praperadilan Setya Novanto dan usul pembekuan serta pembubaran KPK oleh Henry Yosodiningrat dan Fahri Hamzah, merupakan sebuah rangkaian intimidasi terhadap KPK dan terhadap masyarakat luas. Karena masyarakat masih mendambakan sebuah pemerintahan yang dikelola oleh penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari KKN,” pungkasnya.
Sekadar informasi, Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham telah menyampaikan surat sakit Setnov ke KPK. Alasannya, sejak semalam Setnov menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam karena mengalami gangguan terhadap fungsi ginjal dan jantungnya lantaran gula darahnya naik.

sumber: kriminalitas
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...