IPW: Polri Harus Jelaskan Informasi 280 Senjata Impor yang Tertahan di Bandara Soetta



Senjata api impor berikut amunisinya tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Jumat (30/9/2017) malam.

Dari data yang dihimpun, senjata serta amunisi ini diimpor oleh PT Mustika Duta Mas dan akan didistribusikan ke Korps Brimob Polri.

Polri perlu menjelaskan dengan transparan mengenai beredarnya kabar tentang adanya 280 pucuk senjata dan sekitar 6.000 butir peluru milik Brimob yang tertahan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Banten.

Dari informasi yang diperoleh Indonesia Police Watch (IPW), senjata dan amunisi itu dipasok PT MDM dari luar negeri yang diduga dari Rusia. Polri perlu menjelaskan, apakah senjata dan amunisi ini bagian dari rencana Polri untuk membeli 20.000 pucuk senjata api atau bukan.

"Semula rencana pembelian senjata api tersebut sempat dipersoalkan Panglima TNI, dengan menyebutkan senjata yang akan dibeli itu jenis SS. Namun, Polri kemudian menjelaskan, senjata yang akan dibeli itu bukan jenis SS, melainkan jenis MAG 4. Sebanyak 5.000 pucuk dibeli dari Pindad dan 15. 000 pucuk lainnya dibeli dari luar negeri," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada SP, Sabtu (30/9) siang.

Menurut Neta, otoritas Polri belum menjelaskan siapa yang memasok senjata itu dan dari negara mana senjata itu dibeli. Hanya disebutkan senjata itu, lanjut Neta, untuk Polantas dan Shabara. Namun, dari informasi yang diperoleh IPW, senjata yang tertahan di Bandara Soekarno-Hatta itu jenis SAGL untuk Korps Brimob.

Dikatakan, untuk menghindari kesimpangsiuran, maka Polri perlu menjelaskan, apakah senjata yang tertahan di bandara itu berbeda dengan senjata yang hendak dibeli dari luar negeri yakni sebanyak 15.000 pucuk atau tidak. Penjelasan ini diperlukan agar tidak muncul spekulasi yang merugikan Polri.

Senjata MAG 4 dibeli Polri dengan APBN 2017 dan DPR sudah menyetujuinya untuk 20.000 puncuk. Polri memang membutuhkan senjata api karena sebagian besar senjata api yang dipegang personelnya tergolong senjata tua dan sebagian hasil kanibal. Namun, diharapkan senjata yang digunakan Polri adalah untuk melumpuhkan para pelaku kejahatan dan tidak memiliki spek yang sama dengan senjata TNI agar tidak muncul komplain atau protes dari kalangan militer. 

[bsc]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...