Ilham Aidit Sebut Isu PKI Untuk Jatuhkan Jokowi di Pilpres 2019



Dengan raut muka kecewa, Ilham Adit, anak dari mantan Ketua Umum Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara Aidit mengungkapkan kekesalannya. Saat ditemui JawaPos.com, Selasa (26/9), pria yang berprofesi sebagai arsitek itu kecewa karena masih saja ada oknum yang memainkan isu PKI.

Menurut dia, isu soal PKI dan kebangkitan komunisme adalah bagian dari permainan politik saja. Tujuannya jelas, untuk menyerang ‎Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Kalau saya boleh tegas, ini arahnya menyerang Pak Jokowi," ujarnya.

Ilham yang duduk di sebuah bangku cokelat dan memainkan sebatang rokok di jari kanannya lantas diam dan berpikir. Dia mempertanyakan, kenapa isu PKI dan kebangkitan komunisme selalu muncul menjelang pemilihan presiden (Pilpres).

Oleh sebab itu, dengan nada tinggi dan yakin, dia menyebut bahwa isu PKI hanya untuk menyarang Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Sehingga tidak bisa menang dan terpilih untuk dua periode.

"Ini ada upaya menggoreng isu demi persiapan Pilpres. Nah cerita PKI kembali dikeluarkan sekarang," katanya.


Dari isu kebangkitan PKI dan komunisme itu, dia sudah bisa menduga ke mana muaranya. Mirip dengan Pilpres 2014, nanti akan ada pihak-pihak yang menuduh Presiden Jokowi merupakan bagian dari PKI. Sehingga menjadikan citra Jokowi rusak.

"Nantinya Jokowi dan PDIP dikatakan sebagai sarang anak PKI. Kemudian dibilang pemerintahan Jokowi neo liberal, dan dibilang pemerintah anti Islam karena dibubarkannya kegiatan ini itu. Nah itu cara itu kembali dipakai untuk menyerang Pakde kita (Presiden Jokowi),’’ ungkapnya.

Namun demikian, pria dengan dua putra itu berharap isu kebangkitan PKI dan komunisme tidak berpengaruh kepada Jokowi di Pilpres 2019. Dia sendiri berharap agar Jokowi bisa kembali terpilih menjadi Presiden Indonesia.

Sebab, kata dia, apabila Jokowi bisa terpilih dua periode, maka kemungkinan besar rekonsiliasi dengan pemerintah bisa terlaksana. Lantaran mantan Gubernur DKI Jakarta itu pasti melanjutkan keinginan untuk rekonsiliasi.

"Optimistis rekonsiliasi bisa terlaksana, apalagi kalau Presiden Jokowi menjabat dua periode. Artinya, bisa menyelesaikan hal itu. Nanti kalau bukan, Jokowi (jadi Presiden) maka (rekonsiliasi) bisa mengendap lagi," katanya.

Apalagi dituturkan oleh Ilham, Jokowi orangnya terbuka dan ingin pemerintah bisa menyelesaikan permasalahan dengan para keluarga PKI. "Bahkan Jokowi ingin bilang minta maaf, dan orangnya terbuka juga," pungkasnya. 

[pc]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...