Gerindra Minta Pemerintah Jadi Inisiator Pencabutan Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi




Makin panasnya konflik Rohingya membuat anggota DPR RI Fraksi Gerindra Andika Pandu Puragabaya meminta kepada pemerintah untuk menjadi inisiator pencabutan gelar Nobel Perdamaian yang dimiliki Aung San Suu Kyi.

“Kalau dia (Aung San Suu Kyi) tidak bisa memberikan perdamaian di negaranya, maka Pemerintah Indonesia bisa menjadi inisiator ke negara-negara didunia untuk mencabut gelar Aung San Suku Kyi,” kata Andika saat dihubungi, Senin (4/9).

Andika menilai, Pemerintah Indonesiaperlu bersikap tegas kepada Myanmar jika cara-cara diplomasi sedang dilakukan dengan Presiden mengutus menlu tidak berhasil.

“Keputusan ada di Presiden jika memang hasilnya tak sesuai, maka Presiden Harus berani bersikap,” terang politikus Gerindra ini.

Andika menilai, Indonesia bisa juga menerapkan sok terapi kepada Pemerintah Myanmar dengan cara memutuskan hubungan diplomatik.

“Mengusir duta besarnya dari Indonesia jika memang desakan dari berbagai pihak dibutuhkan.,” tegasnya

Seperti diketahui, sejauh ini dilaporkan sekitar 58.600 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, demi menghindari konflik yang kembali pecah di Rakhine, sejak pekan lalu.

Konflik itu dipicu bentrokan militer Myanmar dengan militan lokal yang bernama Pasukan Penyelamat Arakan Rohingya (ARSA). 

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...