Erdogan: Kami Akan Jelaskan pada Dunia Apa yang Terjadi di Rakhine-Myanmar



Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, berjanji akan menjelaskan pada dunia terkait yang terjadi di provinsi Rakhine, Myanmar. Menurutnya, itu akan dilakukan pada pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 19 September mendatang.

Dilansir dari aa.com.tr/ar, pernyataan itu ia sampaikan saat perayaan Idul Adha di Markas Besar Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Istanbul, Jumat (01/09/2017).

Presiden Turki itu menambahkan, dirinya juga akan berbicara tentang kondisi di Rakhine pada forum-forum internasional. “Meskipun semua pihak diam membisu,” tambahnya.

Ia melanjutkan, sebagai ketua Organisai Kerja Sama Islam (OKI), selama tiga hari terakhir terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Di antaranya para pemimpin negara anggota OKI dan Sekjen PBB, Antonio Guterres. Tujuannya untuk membahas situasi di provinsi yang mayoritas penduduknya Muslim itu.

Presiden Erdogan menegaskan, tidak benar jika dikatakan apa yang terjadi di Rakhine tidak menyangkut Turki dan rakyat Turki.  Menurutnya, di sana terdapat para syuhada Turki. Meskipun ada dimensi geografis, tambahnya, “Rakhine berada di jantung hati Turki.”

Ia mengatakan, “Penindasan tak hanya menimpa Muslim Rakhine saja. Tapi juga menimpa kelompok etnis dan agama lainnya.”

“Awalnya, jumlah Muslim di Myanmar mencapai 4 juta orang pada setengah abad lalu. Namun jumlah itu sekarang berkurang hingga sepertiganya akibat penindasan dan pembantaian,” jelasnya lagi.



loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...