DPR: Ngusut Kasus Saracen Jangan seperti Bisul, Diobati Tapi Tumbuh Lagi



Aparat Kepolisian diharapkan serius menangani kinerja sindikat Saracen dalam menyebarkan ujaran kebencian atau hoax. Mengingat berita-berita semacam itu dapat mengancam keutuhan negara.

Anggota Komisi III DPR, Muhammad Nasir Djamil pun mendorong aparat kepolissian agar terus mendalami kasus ini.

Terutama menindak dalang dibalik kasus Saracen.

“Jangan kemudian ibarat bisul kita selesaikan begitu saja. Nanti tumbuh lagi dia ditempat lain. Kalau bisul dikasih salep, kalau penanganan seperti menanganani bisul, nanti itu timbul lagi di dada dimana gitu,” kata Nasir saat ditemui di DPP PKS, Jakarta Selatan, Minggu (3/9/2017).

Jika tidak ditangani serius, bukan tidak mungkin sindikat Saracen akan muncul di kemudian. Apalagi, dua tahun mendatang Indonesia akan mengalami pemilihan presiden (Pilpres).

“Makanya, siapapun dan kelompok manapun, yang memproduksi kebohongan, apalagi kebohongan dimaksud untuk mengadu domba menghancurkan karakter orang atau kelompok orang itu tidak bisa didiamkan,” lanjutnya.

Dia menuturkan, pengusutan kasus Saracen wajib dilakukan. Untuk menunjukkan negara tidak kalah dan membiarkan para kelompok yang menebar kebencian.

“Saya pikir tidak boleh ada di negara ini. Kelompok orang yang menggunakan teknologi informasi yang mengadu domba. Karena itu harus diusut,” tutupnya.

Kasus Saracen memang sedang menjadi atensi aparat kepolisian. Mengingat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar mengusut tuntas kasust tersebut.

Bahkan presiden juga meminta agar polisi mengusut siapa yang memesan dan siapa yang membayar jasa penyebar fitnah Saracen.

“Saya sudah perintahakan kepada Kapolri diusut tuntas bukan hanya Saracen-nya saja, tapi siapa yang pesan, siapa yang bayar, harus diusut tuntas,” ujar Jokowi beberapa waktu lalu.

[kml]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...