Berkenalan dengan Pengantin yang Sumbang Uang Nikahan untuk Rohingya



Pasangan pengantin Fudhla Zahida (20) dan Miqdad Robbani (23) yang menikah pada Minggu (10/9) kemarin membuat sesuatu yang berbeda. Mereka menyumbangkan semua buwuhan manten (hadiah pernikahan berbentuk uang) untuk Rohingya.

Ide sumbangan untuk Rohingya muncul saat melihat kabar yang penderitaan muslim di sana. Fudhla dan Miqdad ingin berbagi kebahagiaan mereka meski sedikit.

"Kami ingin membagi kebahagiaan kami di pernikahan untuk Rohingya. Ingin meringankan beban mereka meski sedikit," kata Miqdad saat berbincang dengan kumparan (kumparan.com), Senin (11/9).

Sumbangan itu diberikan secara simbolis saat acara pernikahan kepada Laznas (Lembaga Manajemen Infaq) LMI Jawa Timur. Nantinya uang hadiah dari tamu undangan akan dikumpulkan dan diberikan kepada Laznas LMI.

"Nominalnya belum tahu soalnya belum dihitung. Amplopnya masih di kotak belum dibongkar, masih banyak tamu yang datang," ucap Miqdad.

Miqdad dan Fudhla merupakan satu almamater Pondok Pesantren Husnul Khotimal, Kuningan, Jawa Barat. Namun kala itu keduanya belum saling kenal.

Mereka masing-masing melanjutkan kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ketika di kampus keduanya sudah mengenal namun tidak dekat.

"Saya kenalnya ketika di Kairo pas kuliah, kebetulan temannya adik saya juga di Kairo. Cuma kenal saja, tidak dekat," ucap Miqdad.

Waktu berlalu, Miqdad fokus pada kuliahnya di Fakultas Ushuluddin, sedangkan Fudhla di Fakultas Syariah Islamiyah. Hingga akhirnya pada liburan musim panas 2017 ini Miqdhad kembali ke Indonesia.

"Saya sendiri pribadi pulang memang ada niat menikah. Saya bilang ke orang tua kalau saya ingin menikah," kata Miqdad.

Orang tua Miqdad lalu mencarikan calon yang tak lain adalah anak dari sahabat mereka sendiri, Fudhla. Keduanya bertemu dan sepakat untuk menikah.

"Akhirnya kami menikah. Sudah jodoh ya, kita ikuti takdir Allah, nggak pacaran. Kami menikah muda untuk menghindari dosa dan maksiat," ucapnya.

Saat ini keduanya masih berlibur di Kediri. Miqdad akan kembali ke Kairo pada 24 September, sedangkan Fudhla 7 Oktober.

"Kami nanti balik lagi ke Kairo lanjut kuliah. Saya semester akhir sebentar lagi selesai kuliahnya," kata Miqdad.

sumber: kumparan


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==