Bantu Rohingya, TGB: Masyarakat dan Pemprov NTB Sumbang Dana 80 Juta



Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi Hadir ditengah masyarakat dan beberapa Organisasi Pemuda (Ormas) pemuda yang melakukan Demo keprihatinan terhadap muslim Rohingya.

Dalam sambutannya ia menjelaskan bahwa, Masyarakat dan pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 80 Juta rupiah untuk membantu muslim Rohingya yang saat ini dalam keadaan tertindas oleh militer Myanmar.

“Saya ingin menyerahkan semua atas nama yang menyumbang kemarin termasuk dari ASN Provinsi memang jumlahnya gak banyak hanya karena spontan jumlahnya hanya 80 juta mudah mudahan bermanfaat,” ujarnya di NTB, Senin, (4/9).

Menurut TGB, bantuan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap sesama umat beragama, dimana
apa yang dilakukan militer Myanmar merupakan kejahatan kemanusiaan.”Satu suara kita ini menunjukan bahwa menunjukan bahwa yang kita lawan ini kegilaan atas nama apapu kehilangan akal sehat,” ucapnya dengan gamblang.

Tak hanya itu dikatakan TGB, Indonesia yang dilandasi Undang – Undang Dasar (UUD) 1945, dimana salah satu pasalnya dinyatakan bahwa penjajahan harus di hapuskan, segala macam penindasan harus di hilangkan.”mangkanya kemanusiaan harus ditegakan dan dimuliakan, Maka semua yang bertentangan dengan nilai-nilai itu bentertangan dengan nilai kebangsaan itu,” tegasnya.

Sebagai bangsa Indonesia dan sebagai umat beragama, menurut politisi Partai Demokrat, secara jelas penindasan yang dilakukan militer Myanmar bertentangan dengan ajaran agama manapun.

“Dalam Islam, dalam Agama- Agama lain dan dalam agama buddha, saya yakin tidak ada yang memperbolehkan seperti itu. Ini adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan karena hilangnya akal sehat,” ucapnya.

Untuk itu ia meminta pemerintah melakukan langkah diplomasi kepada negara-negara agar pembantaian muslim Rohingya segera dihentikan. “Ini adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan karena hilangnya akal sehat, kita harus lawan karena nilai nilai ini bertentangan dengan fundamental yang kita yakini,” tuturnya.

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...