Wantim MUI: Full Day School Tak Singkirkan Madrasah Diniyah



MUI menyebut penolakan pihak Nahdlatul Ulama (NU) terhadap konsep full day school sebagai kesalahpahaman. Pasalnya full day school tidak akan mengubah konsep Madrasah Diniyah yang telah diterapkan oleh NU pada sekolah-sekolah dan pesantrennya.

Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsudin mengatakan pemerintah tidak punya niatan untuk menyingkirkan Madrasah Diniyah, sebab itu merupakan aset umat juga.

“Saya kira itu karena salah paham saja. Pada hemat saya perlu dipahami kalau dia ingat baik, saya sudah membaca apalagi nanti kita tunggu Perpres nya. Pemerintah itu tidak ada niat sama sekali untuk mematikan Madrasah Diniyah karena itu juga aset umat aset bangsa,” kata Din, di Jakarta, Selasa (15/8).

Din berpendapat, tidak ada sekolah dimana pun yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KMB) selama satu hari penuh. Pun begitu Perpres dikeluarkan nantinya.

“Sementara disisi lain istilahnya bukan full day school istilahnya disampingkan menjadi rancu. Tidak ada istilah full day school masa sehari penuh di sekolah. Kalau full day itu dari jam 06.00 sampai jam 06.00 sebab yang selama ini dilakukan belum setengah hari juga,” lanjut Din.

Lanjut Din, sebetulnya telah banyak lembaga pendidikan yang menerapkan full day school bahkan lebih dari itu, contohnya pesantren-pesantren. Din menganggap lembaga pendidikan seperti pesantren ini lah yang lebih maju sebab proses belajar terkontrol sepanjang hari.

“Sementara lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren itu lebih maju daripada full day school karena pesantren-pesantren itu sudah full day and night school,” tandas dia.

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...