Soal Kasus Victor Nasdem, Ketum MUI: Redam, Sebelum Umat Turun Tangan




Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin angkat bicara ihwal pidato Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR, Victor Laiskodat. Ma'ruf berpesan agar kasus ini segera diredam melalui jalur hukum. Jangan sampai umat Islam terprovokasi alias turun tangan.

"Umat (Islam) itu kan bagian terbesar dari bangsa. Jangan sampai umat ikut diseret-seret terhadap masalah seperti ini. Jangan terprovokasi," tegas Ma’ruf di Cibubur, Jakarta Timur, kemarin.

Pernyataan tegas Ma'ruf ini menyikapi video pidato Victor yang disampaikan dalam acara deklarasi calon Bupati Kupang di Nusa Tenggara Timur 1 Agustus lalu. Potongan video berdurasi dua menit itu tersebar di medsos dan menjadi Viral.

Video itu bikin geger karena Victor menyebut gerakan khilafah yang disebutnya anti Pancasila itu didukung empat partai di Indonesia yaitu Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat. Dua partai di antaranya, yakni Gerindra dan PAN telah melaporkan Victor ke polisi. "Sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya kelompok ini ekstremis tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN. Situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran," kata Victor dilansir dari sebuah video di Youtube.

Victor juga menafsirkan sendiri apa itu khilafah. "Mengerti dengan khilafah? Semua wajib salat, semua lagi yang di gereja. Mengerti? Mengerti? Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua harus salat," ujar Victor.

Selain itu, Victor juga berpesan dirinya tidak mentoleransi kelompok anti Pancasila. PKI sebagai partai terlarang disebutnya sebagai contoh. Sebagai pamungkas, dia mengkritik penolak Perppu Ormas.

"Saya tidak provokasi... Nanti negara hilang kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh. Ingat dulu PKI 1965? Mereka tidak berhasil, kita eksekusi mereka. Gue telepon lu punya ketua umum di sana, suruh you jangan tolak-tolak itu perppu yang melarang untuk perppu nomor 2 tahun 2017," pungkasnya.

Ma'ruf sangat berharap umat Islam tidak terprovokasi. Pasalnya, saat ini negara tengah dalam kondisi baik atau kondusif. Jangan sampai, gara-gara omongan Victor Indonesia jadi berpolemik. 

"Sekarang kita lagi kondisi bagaimana membangun situasi yang lebih kondusif, bagaimana bangsa ini utuh. Jangan karena masalah satu-dua orang, mungkin umat dan bangsa ini dikorbankan," katanya.

Dia bilang, kasus ini bisa diredam dan selesai melalui jalur hukum. Jangan sampai kasus ini meluas hingga membuat umat bereaksi dan turun tangan. "Kalau dibawa ke umat itu jadi masalah besar. Umat jangan dibawa, kalau mau diproses, proses saja," katanya.

Nah, agar kasus ini cepat selesai, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini juga mengimbau Victor segera menglarifikasi pidatonya itu. Jangan sampai, pernyataan itu justru menimbulkan kesalahpahaman lebih jauh. "Harus diklarifikasi. Pak Victor itu maksudnya apa?" pungkasnya.

Untuk diketahui, hingga kemarin belum ada klarifikasi resmi dari Victor ihwal potongan video pidatonya yang beredar di medsos. Namun, Victor sempat memastikan dirinya enggan minta maaf atas tudingannya terhadap empat parpol yang diklaimnya intoleran dan mendukung ormas radikal. "Tak mungkin minta maaf," singkat Victor kepada wartawan seusai kunjungan ke Lapas Atambua, NTT Sabtu (5/8). "Saya kerja dulu nanti kita lihat. Yang pasti tidak akan minta maaf," tambahnya.

Sementara sikap Nasdem tentu membela kadernya. Partai yang dikomandoi Surya Paloh ini bahkan siap memberikan bantuan hukum atas gugatan yang dilakukan Gerindra dan PAN terhadap Victor. 

"Jelas dong (memberi bantuan hukum), kan kita satu kesatuan beliau bertugas ke NTT dalam rangka reses bertemu dengaan konstituen. Kemudian di sana menyampaikan kegelisahannya di masyarakat bahwa sudah banyak terjadi intoleransi oleh banyak oknum-oknum LSM, dan kemudian setelah itu ada celetukan dia jawab," ujar Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani.

Irma menyebut, Nasdem berkeyakinan tidak ada niat buruk dari Victor untuk memprovokasi masyarakat. Keyakinan itu dilandasi oleh kepemilikan rekaman video secara utuh atas potongan pidato yang memviral di medsos. "Kalau dilihat dari pidatonya yang pertama sampai terakhir baru jelas apa yang ingin disampaikan beliau. Kalau lihat sepotong-sepotong ya akhirnya jadi tersesat, informasinya sesat, saya menyampaikan jangan melihat informasi sepotong-sepotong," katanya.

Pengamat politik dari Universitas Parahyangan Bandung, Prof Asep Warlan Yusuf menyatakan, sebaiknya kasus ini segera dituntaskan secara hukum agar masyarakat tidak tersulut. Jangan sampai, aksi umat seperti kasus Ahok terulang. 

Asep juga mengatakan, Victor tidak bisa menggunakan hak imunitasnya sebagai anggota dewan untuk menghindari jeratan hukum.[rmol]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...