Senin, Presiden PKS Laporkan Politikus Nasdem ke Bareskrim



Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menegaskan pihaknya akan segera melaporkan Politikus Nasdem Victor Laiskodat yang menuduh partainya mendukung khilafah bernada provokatif. 

"Tentu ini harus diproses secara hukum maupun etika. Kita PKS akan melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri pada Senin (7/8). Kemudian secara etika kita akan melaporkan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Dua hal ini harus diberikan saksi seberat-beratnya," ujar Sohibul di sela-sela acara peringatan Hari Keluarga Nasional di Kantor DPD PKS Kabupaten Bogor, Minggu (6/8/2017).

Bahkan, lanjut dia, secara pribadi pihaknya sempat menyampaikan melalui media memberikan saran kepada Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai Nasdem untuk memberikan sanksi internal. 

"Saya kira sangat pantas Bang Surya Paloh memberikan sanksi internal kepada Victor untuk dicopot dari jabatannya, ini sebatas usulan atau suggestion sebagai sahabat partai politik. Tapi kesimpulannya terserah internal Nasdem. Ini sangat pantas untuk dicopot dari jabatan publik, karena Nasdem sendiri akan rugi, dan lebih rugi lagi adalah masyarakat Indonesia yang akan terjadi kekerasan," terangnya. 

Pihaknya mengaku baru akan melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri terkait pidato itu menyusul partai lain yang juga dituduh Victor Laiskodat sebagai pendukung khilafah. 

"Bahkan tiga partai lainnya seperti, Gerindra, PAN dan Demokrat sudah melaporkan sempat mengajak bareng juga membuat laporan. Tapi DPP PKS baru akan melaporkan Senin," katanya. 

Menurutnya, upaya hukum terkait pernyataan elite parpol Nasdem pada Senin, mendatang bakal dilakukan oleh pengurus PKS tingkat provinsi maupun daerah. 

"Laporan ini tidak menutup kemungkinan daerah juga akan melapor, seperti di NTT Karena mereka langsung bersentuhan di sana, sikap DPP PKS mengimbau kepada DPD tolong juga terukur atau diukur jangan sampai reaksi dari kita itu menimbulkan dampak negatif yang merugikan juga buat kita," jelasnya. 

Secara umum, intinya PKS menyesalkan ada seorang elite nasional yang memiliki pandangan seperti itu. Bahkan cenderung tidak bisa menahan ucapan/lisannya. 

"Saya kira seorang elite tingkat nasional apalagi itu harus mampu menahan diri, karena ucapan seorang elite akan menimbulkan genangan dan keributan yang luar biasa, di tingkat grassroot," katanya. 

Pihaknya sangat menyayangkan, bahkan secara pribadi Sohibul spontan menyikapi pidato ini sangat menjijikan. "Saya tidak menyangka karena Indonesia yang sudah merdeka mau 72 tahun begini ternyata politik primitif itu masih nampak jelas dipraktikkan seorang elite, makanya saya katakan menjijikkan," tegasnya. 


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...