SBY 3X tak Hadiri ‘Pidato Kenegaraan”, Andi Arief: Untuk Hormati Megawati



Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali tidak hadir dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI, 16 Agustus 2017. SBY tercatat sudah tiga kali tidak hadir di rangkaian Sidang Tahunan MPR itu.

Pengamat politik Muhammad AS Hikam mempertanyakan ketidakhadiran SBY tersebut. “Mengapa Pak SBY absen untuk ketigakalinya dalam acara Pidato Kenegaraan PJ? Apakah ini semacam Statemen politik atau tradisi beliau?” tanya AS Hikam di akun Twitter @mashikam.

Akun @yusuf_dumdum, milik aktivis sosial media Yusuf Muhammad, menulis: “Tidak hadirnya SBY hingga 3x berturut-turut di Sidang Kenegaraan akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi kita. Itu sangat tidak mendidik!”

Mantan staf khusus Presiden SBY, Andi Arief menegaskan bahwa ketidakhadiran SBY pada Pidato Kenegaraa Presiden RI, untuk menghormati Megawati Soekarnoputri. “SBY tidak hadir acara Pidato Kenegaraan karena menghormati Ibu Megawati. Itu saja alasannya,” tulis Andi Arief di akun  @andiarief__.

Selain ketidakhadiran SBY, hal menarik dalam pidato kenegaraan (16/08), Presiden Joko Widodo tidak menyinggung masalah HAM dan masalah Papua. Sebelumnya, pada pidato kenegaraan 2015, Jokowi menyinggung masalah Papua dan penyelesaian kasus pelanggaran HAM.

Dalam pidato kenegaraan 2015, Jokowi mengatakan pemerintah berkomitmen membentuk komite rekonsiliasi untuk pelanggaran HAM berat.

Presiden Jokowi sempat menyebut Papua sebanyak dua kali, namun tidak menyentuh isu serius kondisi penegakan hukum dan HAM di Papua. "Kita ingin rakyat di perbatasan Papua, bisa memiliki rasa bangga pada tanah airnya, karena kawasan perbatasan telah dibangun menjadi beranda terdepan dari Republik. Kita ingin rakyat Papua di pegunungan juga bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok yang sama dengan saudaranya di wilayah lain Indonesia," ujar Jokowi.

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...