Pushami: Yang Mempersoalkan Tepuk Anak Sholeh Justru yang Intoleran


Ketua Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Mohammad Hariadi Nasution SH, MH, CLA menyayangkan lagu "Tepuk Anak Sholeh" dipersoalkan karena terdapat kalimat "Islam yes, kafir no", kalimat tersebut dianggap tidak toleran.
Menurut Hariadi, kalimat 'kafir' adalah istilah dalam ajaran Islam yang artinya menolak atau tidak beriman kepada Islam. Maksud lagu itu menanamkan kepada anak-anak Muslim agar cinta Islam dan jangan menolak Islam. "Dan kata-kata kafir itu berasal dari Alquran, kalau dianggap tidak toleran berarti Alquran juga tidak toleran dong," ujar pria yang akrab disapa Ombat itu kepada Suara Islam Online, Rabu (2/7/2017).
Kecuali, kata Ombat, jika kalimatnya menyudutkan agama lain. "Misal Islam yes, agama lain no. Itu baru bisa disalahkan," imbuhnya.
Ia juga merasa heran, kenapa lagu anak-anak ini baru dipermasalahkan sekarang. "Sudah lama lagu ini, dan selama ini tidak ada orang di luar Islam yang protes kok. Kenapa yang protes justru dari umat Islam sendiri," kata Ombat.
"Kalau dalam Undang-undang ini adalah kebebasan berekspresi dan hak menjalankan ajaran agama, jadi ini hak asasi umat Muslim. Dan justru yang mempersoalkan itu yang intoleran, ia tidak menghargai keberagamaan," tambahnya.
Pihaknya mengaku siap menghadapi lewat jalur hukum seandainya lagu tersebut dilarang. "Ketika ajaran Islam dipojokkan kita harus membela dan kalau mereka sampai melarang, Pushami siap menghadapinya," tegas Ombat.
Sebelumnya, Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Banyumas Khasanatul Mufidah mempersoalkan lagu Anak Sholeh yang kerap dinyanyikan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islam sambil bertepuk tangan itu. Ia meminta agar kegiatan menyanyikan lagu tersebut dihentikan, atau syairnya diubah.
Mufidah menilai, tepuk Anak Sholeh yang diakhiri 'Islam yes, kafir no', akan mendidik anak-anak menjadi bersikap tidak toleran. "Lagu dengan akhiran seperti itu melatih anak intoleran dan merusak kebersamaan. Dikhawatirkan nantinya berlanjut ke jenjang pendidikan berikutnya," kata dia.

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...