Nah Kan, Jemaah Haji Khawatir Jika Dananya Digunakan untuk Investasi Infrastruktur



Rencana penggunaan dana haji untuk investasi insfratuktur telah menimbulkan kontroversi. Muncul kekhawatiran di kalangan jemaah haji terkait wacana itu.

Jemaah calon haji turut memberikan tanggapan terkait wacana yang dilontarkan Presiden Joko Widodo yang akan menggunakan dana haji untuk investasi infrastruktur. Sebagaimana diungkapkan Sudirman, seorang jemaah calon haji asal Jakarta, yang mengatakan penggunaan dana tersebut seharusnya dibicarakan dengan jemaah sebagai pemiliknya.

“Harusnya dibacarakan sama si pemilik dana. Saya rasa, dari perwakilan-perwakilan yang berkompeten bisa untuk melakukan itu,” kata Sudirman saat ditemui Kiblat.net di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (31/07).

Sudirman tercatat sebagai jemaah calon haji yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini. Dia mengaku bimbang setelah muncul wacana investasi dana haji untuk infrastruktur. Ada kekhawatiran jika kebijakan ini benar-benar diterapkan.

“Dibilang tidak rela, juga ini untuk negara. Dibilang rela juga bagaimana, ada kekhawatiran. Karena kalau investasi, besok apa dapat uang? Kan enggak,” ujarnya.

Sudirman berharap agar dana haji tetap dipelihara seperti adanya. Namun, jika dana haji dikembangkan, hasil dari pengembangan itu mestinya digunakan untuk penambahan fasilitas haji.

“Untuk pengembangan saya pikir bukan untuk investasi yang mengharapkan keuntungan cepat. Karena bagaimana pun nanti kita akan membayar kekurangan lagi,” imbuhnya.

Lebih jauh, Sudirman juga mengungkapkan bawa di awal pendaftaran haji ia tidak melakukan akad bahwa uangnya akan diinvestasikan. Menurutnya, uang yang digunakan hanya agar mendapat nomor antrian haji.

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...