Jubir Anies-Sandi Minta Djarot Introspeksi Soal Hilangnya Anggaran RPTRA



Menghilangnya anggaran untuk penyediaan lahan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di APBD masih menjadi sorotan. Tim Sinkronisasi Anies-Sandi memastikan, pihaknya tidak pernah meminta baik dengan SKPD di Pemprov maupun DPRD DKI Jakarta untuk penghapusan nomenklatur lahan RPTRA.

Juru bicara Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak mengatakan, pihaknya membantah ucapan dari Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang menyebut kalau hilangnya nomenklatur lahan RPTRA akibat permintaan tim sinkronisasi.

“Itu tidak benar. Tudingan yang tidak beralasan,” ujarnya, di Jakarta, Senin (28/8).

Naufal menyampaikan tidak ada pembicaraan antara Tim Sinkronisasi dengan SKPD maupun DPRD terkait penghapusan anggaran lahan untuk RPTRA. Sebaliknya, justru pihaknya ingin agar RPTRA makin dikembangkan.

“Jadi kami tidak tahu kenapa bisa hilang. Ini bukti bahwa Gubernur Djarot abai terhadap kerja bawahannya,” tambahnya.

Bahkan, menurutnya, hal itu justru memperlihatkan kurangnya koordinasi antara Djarot dengan bawahannya dan lemahnya kontrol Djarot atas proses penganggaran. Sebab sampai dengan saat ini semuanya masih wewenang dari SKPD, yang Gubernur seharusnya bisa mengontrol. Termasuk pembahasan nomenklaturnya.

“Pada dasarnya itu tindakan bawahannya. Jadi Djarot perlu bertanya pada dirinya sendiri dan introspeksi, kenapa bisa terjadi?,” tanya Naufal.

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...