Hary Tanoe Dukung Jokowi, Cari Dukungan atau Proteksi Secara Politik?



Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun menilai langkah Hary Tanoesoedibjo untuk mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang untuk mencari dukungan atau proteksi secara politik.

"Agak sulit melepaskan keputusan ari Pak Hary Tanoe ini dengan situasi hukum yang dihadapi. Saya lihat langkah yang diambil lebih kepada untuk mencari dukungan atau proteksi secara politik, karena kalau bicara apa yang beliau sampaikan dari berbagai kesempatan, dia lebih cenderung berada di oposan," kata Rico Marbun saat dihubungi, Rabu (2/8).

Rico berharap Hary Tanoe tidak memiliki maksud terselubung dengan mendukung Jokowi di Pilpres nanti. Karena, selama ini Perindo cenderung dekat dengan parpol di luar pemerintahan.

"Mudah-mudahan ini tak ada semacam political black mail. Saya melihat penggunaan kasus hukum sebagai sarana rekonstruksi politik, efeknya kita tidak bisa membuktikan intesial ada atau tidak. Semua insiden hukum itu memiliki indikasi politik," ujarnya.

"Kita berharap kasus hukum bukan menjadi pertimbangan Pak Harry Tanoe untuk mengubah haluan politiknya," lanjutnya.

Menurutnya, respons Jokowi akan terlihat nanti jika datang di acara Perindo. Jika Jokowi tidak pernah menghadiri acara Perindo, bisa dibilang Jokowi menolak secara halus dukungan dari Hary Tanoe kepadanya.

"Langkah logis dukungan Pak Hary Tanoe pada Pak Jokowi yaitu mengadakan acara yang dihadiri Jokowi. Apa reaksi dari Presiden? Kalau datang, berarti secara politik menerima ajakan koalisi dengan Pak Hary Tanoe. Tapi, kalau 1-2 bulan ke depan tak melihat ada pertemuan, artinya presiden menolak halus," kata Rico.




loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...