Dukungan HT Malah Bisa Bikin Elektabilitas Jokowi Merosot



Merapatnya Partai Perindo ke pemerintahan bisa membuat belektabilitas Joko Widodo turun. Bukan tanpa alasan, menurut Pengamat Politik Muchtar Effendi Harahap, partai yang dipimpin oleh Hary Tanoesoedibjo (HT) karena HT telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Masyarakat akan menilai cara politik yang dilakukan pemerintahan Jokowi terhadap HT adalah cara kotor. Hal itu malah bisa membuat elektabilitas Jokowi semakin merosot,” ujar Muchtar saat dihubungi Kriminalitas.com, Sabtu (5/8/2017).
“Karena malah terlihat sengaja mengkriminalisasi lawan politik untuk meraih dukungan,” imbuhnya.
Muchtar mkenambahkan, status tersangka itu diberikan setelah HT memberikan dukungannya kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di ajang Pilkada DKI 2017. Padahal, Anies-Sandi diusung partai oposisi pemerintah.
Sebaliknya, dukungan dan simpati kepada HT yang terkesan ‘dipaksa’ menjadi pendukung pemerintah akan bermunculan.
“Justru ini akan menurunkan elektabilitas Jokowi, tapi disatu sisi, melihat HT yang teraniaya sehingga harus memberikan dukungan (ke Jokowi) malah mengundang simpatik masyarakat terhadap HT,” papar peneliti senior Network fo­r South East Asian Studies (NSEAS) ini.
Seperti diketahui, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) membuat kejutan besar. Pasalnya, partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu memberikan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo di ajang Pilpres 2019.
Padahal, Perindo dan HT kerap mengkritik pemerintahan Jokowi. Saat Pilpres 2014 lalu, HT memilih keluar dari Partai Hanura yang saat itu mengusung Jokowi-Jusuf Kalla. HT pun kemudian mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa.
Hary saat ini berstatus tersangka di Bareskrim Mabes Polri atas kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.
Kejaksaan Agung juga tengah menyelidiki tindak pidana korupsi terhadap pembayaran restitusi atas permohonan PT Mobile 8 Telecom tahun 2007-2008, yang diduga melibatkan Hary Tanoe sebagai komisaris di perusahaan tersebut.

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...