Dikabarkan Bangkrut, Reaksi Hypermart: Bisnis Kami Skalanya Triliunan Rupiah, Enggak Mungkin Kolaps



PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) memastikan bahwa saat ini kondisi keuangan Hypermart masih baik-baik saja. Hal ini menanggapi kabar yang menyebutkan toko ritel tersebut terlilit utang dengan supplier yang hingga saat ini belum terbayarkan, dan menyebabkan Hypermart bangkrut.

Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat MPPA Danny Kojongian mengakui, beberapa waktu lalu sekitar 30 supplier Hypermart melakukan mediasi dengan perwakilan MPPA yang diwadahi Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan. 

Mereka mengeluh karena masih ada tunggakan yang belum dibayarkan oleh manajemen Hypermart.

"Intinya mereka mengeluh, ada payment yang masih pending. Itu saja sih sebenarnya. Bukan berarti kita mau kolaps dan enggak bisa bayar," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (24/8/2017). 

Dia pun mengakui bahwa memang ada beberapa pembayaran yang belum diselesaikan. Menurutnya, hal ini karena manajemen masih membutuhkan waktu untuk proses verifikasi data. "Jadi sebelum itu data harus diverifikasi, kelengkapan data, dokumen pendukung dan sebagainya. 

Dari situ, baru bisa masuk ke proses settlement dan pembayaran. Jadi masih dalam tahap on going," imbuh dia. Baca Juga: Matahari Kantongi Laba Bersih Rp1,61 triliun Meski demikian, Danny memastikan manajemen telah berkoordinasi dan memutuskan bahwa tunggakan tersebut akan diproses paling cepat pekan depan. Dia pun menegaskan saat ini kondisi keuangan Hypermart baik dan mampu membayar tunggakan tersebut. 

"Bisnis kita kan skalanya triliunan rupiah. Sedangkan ini isu yang puluhan miliar saja. Jadi skalanya sangat kecil sekali. Jadi bukan berarti mulai kolaps, enggak mungkin," tandasnya.



loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...