Curi 300 Ton Hiu, 20 Nelayan China Ditahan Di Ekuador



Pihak berwenang di Ekuador menahan awak kapal nelayan China yang diduga telah menangkap ikan hiu yang terancam punah di Kepulauan Galapagos.

Kapal milik nelayan China yang diamankan itu adalah Fu Yuan Yu Leng 999. Kapal tersebut ditemukan pada hari Minggu di wilayah cadangan laut tersebut dan kedapatan membawa 300 ton ikan. Sebagian besar hasil tangkapannya adalah hiu, termasuk spesies yang dilindungi seperti martil.

Sekitar 20 anggota awak menghadapi hukuman tiga tahun penjara jika terbukti bersalah melakukan perdagangan spesies yang dilindungi.

Menteri lingkungan Ekuador Tarsicio Granizo mengatakan seorang hakim di pulau San Cristobal telah memerintahkan awak kapal untuk ditahan dalam proses pengadilan yang tertunda.

"Belum tentu semua hasil tangkapan berasal dari cadangan laut, namun fakta bahwa itu termasuk hiu muda, bahkan hiu bayi, mengindikasikan bahwa mereka bisa saja tertangkap di dalam cadangan," kata menteri tersebut seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

Kepulauan Galapagos sendiri adalah situs warisan dunia UNESCO karena keragaman hayati yang kaya ditemukan di daerah tersebut. 

Walter Bustos, direktur Taman Nasional Galapagos, mengatakan kepada surat kabar Ekuador El Universo bahwa kapal tersebut merupakan kapal terbesar yang ditangkap di dalam cadangan laut.

Sirip ikan hiu dianggap sebagai kelezatan masakan Cina, dan biasanya disajikan sebagai sup di jamuan makan. Kritikus mengatakan bahwa permintaan akan sirip adalah menyapu spesies yang terancam punah dan memicu perdagangan ilegal. 

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...