BEM SI: 1.000 Hari Indonesia Berduka Dibawah Kepemimpinan Presiden Jokowi



Kepemimpinan Jokowi Widodo dalam tiga tahun ini disebut-sebut belum memberikan perubahan fundamental dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan dalam seribu hari kepemimpinan Jokowi, keterpurukan Indonesia justru semakin menjadi-jadi.
Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI), Wildan Wahyu Nugroho, pun menyesalkan keterpurukan ini. Ia mengatakan bahwa Jokowi harus sadar jika keadaan negara sudah tidak lagi normal dan di ambang kehancuran.
“1.000 hari (kepemimpinan Jokowi) bukan malah membaik, justru malah semakin menampakkan bahwa kondisi negara ini sedang sangat tidak baik-baik saja,” ungkap Wildan dalam rilis resminya kepada Aktual, Rabu (16/8).
Mahasiswa asal Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) ini, pun membeberkan beberapa masalah yang menurutnya terjadi selama era Jokowi-JK. Berbagai masalah yang diuraikan Wildan mengacu pada beberapa sektor, yaitu hukum, ekonomi dan politik.
“Mulai dari konflik kepentingan menjadi sajian media mainstream, korupsi merajalela, kasus penegakan hukum tebang pilih, pembangunan infrastruktur tidak melihat prioritas anggaran hingga hutang menggunung,” sebutnya.
Pada sektor ekonomi, Wildan menyatakan jika keadaan justru berbanding terbalik dengan apa yang dijanjikan oleh Jokowi semasa kampanye pada Pilpres 2014 lalu. Bahkan, lanjutnya, Jokowi secara terang-terangan justru mencabut subsidi untuk pelbagai hal yang berkaitan dengan rakyat banyak.
“Keadaan ekonomi tak kunjung membaik sesuai janji manis kampanye, lapangan pekerjaan semakin sempit, subsidi TDL dicabut, premium hilang di pasaran,” jelasnya.
Dalam politik pun setali tiga uang. Presiden BEM UNS menegaskan jika pemerintah telah melakukan pemberangusan kebebasan berpendapat yang terburuk selama era Reformasi.
“Kebebasan berpendapat terancam, segala cara dilakukan pemerintah untuk mempersurut, justru memperlihatkan rezim yang kalang kabut. Panik!” pungkasnya.

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...