Bahaya Laten & Miliki Sejarah Tidak Baik, TNI Tegas Tangkal Komunis



Sikap TNI terhadap perkembangan paham komunis cukup tegas yaitu melakukan penangkalan karena komunis memiliki sejarah buruk di negara ini.

“TNI akan terus mengawasi agar pertumbuhan dan perkembangan (komunis) tak akan terjadi yang sifatnya mengacu kepada disintegrasi bangsa atau memecah belah persatuan dan kesatuan,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Mulyono menjawab Serambi, di sela-sela penutupan TMMD Ke-99 di Lapangan Lhok Kruet, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, Rabu (2/8).

Kasad menegaskan, TNI tetap akan melakukan antisipasi terhadap perkembangan komunis, sebab komunis masih merupakan bahaya latin yang memiliki sejarah tidak baik di negeri ini. Komunis, lanjut Kasad, merupakan kelompok yang dapat memicu kerusakan kesatuan dan persatuan bangsa. Sehingga tetap dilakukan langkah antisipasi terhadap setiap perkembangannya.

“Bukan hanya itu (komunis), tapi semua yang menyangkut dengan disintegrasi bangsa tetap dilakukan tindakan sesuai ketentuan oleh TNI,” tandas Mulyono.

Kasad datang ke Aceh Jaya didampingi Pangdam IM, Mayjen TNI Moch Fachrudin, Wagub Aceh, Nova Iriansyah, Kapolda Aceh, Danrem 012/TU, Bupati Aceh Jaya, Dandim 0114 Aceh Jaya, Kapolres, serta sejumlah petinggi TNI lainnya. Juga hadir Bupati Aceh Jaya bersama Forkopimda, para bupati dan bupati terpilih di pantai barat-selatan beserta Dandim masing-masing.

Terkait hasil TMMD, Kasad meminta kepala daerah untuk memeliharanya dengan baik agar bisa dinikmati dalam waktu lama oleh masyarakat. “Pembangunan fisik yang sudah kita lakukan seperti jalan tembus hendaknya tetap bermanfaat bagi masyarakat, baik untuk mengangkut hasil bumi maupun kepentingan lain. Untuk menjaga yang sudah ada agar tetap bertahan, maka harus ada perawatan dan peningkatan,” harap Jenderal Mulyono.

Penutupan TMMD ke-99 dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Sedangkan Kasad memilih untuk menutup kegiatan tersebut di Aceh Jaya.

Bupati Aceh Jaya, Drs T Irfan TB berjanji akan melakukan peningkatan badan jalan yang telah dibangun TNI melalui TMMD, mulai dari peningkatan badan jalan hingga pengaspalan.
Sehari sebelumnya atau Selasa (1/8), Kasad didampingi Pangdam IM berkunjung ke Markas Batalyon Infanteri (Yonif) 113/Jaya Sakti, Bireuen. Dengan menggunakan heli MI-17 TNI AD dari Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Kasad dan rombongan mendarat di Lapangan Simpang Gunci, Kecamatan Juli, Bireuen.

Sesaat turun dari heli, Kasad disambut antusias oleh ratusan warga yang sebelumnya sudah menunggu. “Kedekatan TNI AD dan rakyat sesuai dengan motto yang kami serukan baik-baik dengan rakyat, bersama rakyat TNI kuat, bersama TNI rakyat aman,” ujar Kasad.

Di markas Yonif 113/Jaya Sakti, Jenderal Mulyono memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit dan Persit Kodim 0111/Biruen, Yonif 113/JS serta prajurit dan Persit Detasemen Arhanud 001/Rudal, serta Kompi Kaveleri.

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...