Astaghfirullah! Dana First Travel Dipakai Shopping, Liburan dan Investasi Valas



Dana ribuan jemaah biro perjalanan umrah First Travel ternyata digunakan untuk berbisnis seperti investasi valuta asing (valas).
Hal ini diketahui setelah Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan penelusuran aliran dana First Travel.
“Kami lihat paling tidak ada tiga jenis itu, pertama uang masuk kemudian dia salurkan dalam bentuk rekening lain. Ada yang dalam valas, ada rupiah, ada juga yang berpindah ke bisnis dia yang lain,” ujar Ketua PPATK, Kiagus Badarudin saat ditemui di kantornya, Kamis (24/8/2017).
Selain itu, lanjut Kiagus, ada juga dana yang dikeluarkan untuk kepentingan belanja terkait bisnis. Beberapa di antaranya, belanja tiket, dan membayar jasa sewa hotel.
“Tiket, hotel, yang berkaitan dengan jemaah. Yang kedua ada yang diinvestasikan, yang ketiga yang dikeluarkan dalam bentuk keperluan lain pribadi,” imbuhnya.
Kiagus menambahkan, ada juga uang jemaah First Travel yang dipakai untuk keperluan pribadi seperti membeli rumah bahkan dipakai untuk liburan.
“Ada yang dibelikan mobil, rumah, tanah, atau juga ada pengeluaran yang sifatnya non atau tidak bisa dilihat, dalam arti liburan,” lanjutnya.
Sementara itu, ketika disinggung apakah penelusuran PPATK dilakukan atas permintaan polisi, Kiagus membantahnya. Menurutnya, penelusuran PPATK dilakukan atas inisiatif sendiri. Hal itu berdasarkan pemberitaan di media massa.
“Kami lihat setelah ada pemberitaan bahwa banyak orang yang belum berangkat. Kami lihat (telusuri) lebih dalam lagi (aliran dananya)” tutupnya.

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...