AQUA Bantah Sponsori Sekolah Pengkaderan Misionaris



Pihak AQUA, perusahaan air minum di bawah PT Golden Mississippi, membantah kabar yang marak dan menyebar luas bahwa AQUA mensponsori sekolah pengkaderan misionaris.

Pihak AQUA kepada hidayatullah.com menyampaikan pernyataan resminya terkait kabar yang mem-viral melalui gambar di berbagai media sosial tersebut.

“Menanggapi maraknya informasi dari akun individu di media sosial tentang keberadaan sebuah tempat di Cipayung, Puncak, penelusuran menunjukkan bahwa tempat tersebut adalah hotel/penginapan umum dan bukan sekolah,” demikian pernyataan perusahaan itu dirilis tanggal 13 Agustus 2017.

Pada Ahad (13/08/2017) itu, media ini meminta klarifikasi kepada pihak AQUA atas kabar bahwa AQUA mensponsori sekolah pengkaderan misionaris.

Baca: Ayo, Terus Boikot Produk ‘Israel’ dan Pendukungnya!
“AQUA tidak memiliki afiliasi dengan organisasi politik dan lembaga lain selain bisnis yang kami jalankan. Dalam menjalankan bisnisnya, Aqua dapat bekerja sama dengan beragam distributor dan pelanggan -termasuk toko, restoran, dan hotel- dalam melayani konsumen,” klaim perusahaan itu.

Diketahui, sejak pekan kemarin, menyebar luas sebuah gambar di media sosial yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk melakukan pemboikotan terhadap produk air minum AQUA. Diketahui, selain minuman berlabel “AQUA”, perusahaan ini juga memproduksi minuman berlabel “MIZONE” yang diluncurkan gabungan AQUA-Danone.

Ajakan pemboikotan itu didasari informasi dalam gambar viral tersebut yang menyebut bahwa AQUA mensponsori gerakan misionaris.

Gambar yang mem-viral itu terdiri dari sebuah foto dan sebuah pesan tertulis. Dalam foto itu, tampak sebuah plang nama berlatar biru dengan tulisan besar “PONDOK REMAJA PGI”, yang diapit logo AQUA dan logo pondok tersebut.

Diketahui, PGI merupakan singkatan dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia.

Pantauan hidayatullah.com, semalam, Ahad (13/08/2017), foto dalam gambar itu disertai sebuah tulisan:

“Sekolah pengkaderan misionaris yg disponsori oleh AQUA. Lokasi di jln. Raya antara Cipayung – Cisarua Puncak Bogor Jawa Barat. Dananya dari penjualan AQUA.

Hayoooo mulai skrng berhenti minum AQUA.”

Gambar mem-viral yang menampakkan tulisan dan foto itu tampaknya hasil tangkapan layar (screenshot) sebuah pesan di media sosial, namun hingga berita ini diturunkan belum diketahui sumber pertamanya.

Foto itu bisa dipastikan keasliannya. Pada 23 April 2017 lalu, saat melintasi jalur puncak dimaksud, awak hidayatullah.com sempat memotret plang nama tersebut, yang identik dengan foto dalam gambar yang mem-viral itu.


Selain di WhatsApp, gambar screenshot itu juga menyebar di medsos lain seperti Twitter dan Facebook.

Warganet menyikapi seruan pemboikotan AQUA dalam gambar itu.

“Harus di viralkan seperti Sari Roti,” ajak salah seorang pengguna medsos, semalam, menanggapi kiriman gambar itu di grup WhatsAppnya. Sari Roti merupakan salah satu merek roti yang sempat diboikot oleh umat Islam pasca Aksi Bela Islam III (Aksi 212) di Jakarta, 2 Desember 2016 lalu.

“AQUA berpartisipasi dlm kristenisasi di Indonesia dan melanggengkan neg zionis israel yg menjajah Palestina. Ayo beralih ke produk muslim!” tulis warganet dalam kicauannya di Twitter lewat akun @OomNanang, semalam, sembari mengunggah gambar tersebut.

“Buat umat Muslim… Jangan lagi minum air AQUA walaupun terpaksa air dari bumi Indonesia sudah dikuasai semua,” kicau @yantojojo mengunggah gambar serupa.

Ajakan memboikot produk merek AQUA bukan kali ini saja. Selama ini AQUA menjadi salah satu mereka produk yang dikampanyekan untuk diboikot terkait penjajahan Zionis Israel terhadap Palestina.

Untuk diketahui, AQUA saat ini sudah bergabung dengan grup Danone sejak 4 September 1998. Pada tahun 2000, bertepatan dengan pergantian milenium, AQUA meluncurkan produk berlabel Danone-AQUA. Pada tanggal 27 September 2005, AQUA memproduksi MIZONE.

Sedangkan pihak PGI hingga Selasa (15/08/2017) pagi ini belum membalas pesan konfirmasi yang dilayangkan media ini, sejak Senin (14/08/2017).*

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...